Oophoritis atau Radang Panggul

Oophoritis atau radang panggul adalah peradangan pada salah satu atau kedua ovarium. Peradangan ini biasanya terjadi dengan salpingitis (infeksi pada tuba fallopi), penyakit radang panggul atau infeksi lainnya. Ovarium adalah sepasang organ reproduksi internal yang menghasilkan telur dan karenanya oophoritis dapat mempengaruhi kesuburan.
Namun ketidaksuburan terjadi karena banyak factor penyebab, layaknya sistem tubuh lainnya, sistem reproduksi akan mengalami penuaan seiring dengan bertambahnya usia. Hingga saat ini, masa yang terbaik bagi seorang perempuan hamil dan melahirkan adalah saat berusia 20 s.d 35 tahun. Begitu banyak organ dalam tubuh yang menyebabkan peradangan pada cairan yang mengelilingi indung telur, sehingga aktivitas indung telur terganggu, akibatnya mempengaruhi kesuburan.

Beberapa Faktor Yang Membuat Wanita Rentan Terkena Oophoritis atau Radang Panggul

Penyakit radang panggul disebabkan oleh sejumlah bakteri, namun yang paling sering menyebabkannya adalah infeksi gonore dan klamidia. Bakteri ini biasanya menular saat berhubungan dengan orang yang memang sudah tertular bakteri tersebut.

1. Aktifitas kehidupan seksual dan jumlah pasangan.
Kehidupan seksual dan radang panggul memiliki hubungan yang sangat erat, kecuali alat kontrasepsi intrauterine dan operasi, selain infeksi primer radang panggul bisa disebabkan oleh aktivitas seksual dan kehidupan seksual yang terlalu berlebihan. Setiap sperma mengandung bakteri, untuk homoseksual tidak akan menyebabkan radang panggul. Hubungan antara infeksi dengan frekuensi hubungan seksual yang tidak begitu besar, prevalensi banyaknya pasangan seks pada wanita tidak lebih dari 5x lipat dari orang-orang yang melakukan hubungan seks.

2. Penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim.
Sebagian besar wanita yang menggunakan alat kontrasepsi dalam rahim tingkat resiko terkena penyakit adalah 2-4x lipat, ada juga yang 15x lipat. Tentu saja penyakit ini sangat erat hubungannya dengan penggunaan alat kontrasepsi, seperti IUD yang memiliki ekor rentan terhadap radang panggul, ekor kawat yang lembah dan basah dapat menjadi penopang kegiatan bakteri.peradangan atau infeksi yang disebabkan oleh IUD disebabkan oleh bakteri non-gonorrhoeae.

3. Tidak memperhatikan kebersihan hubungan seksual.
Penderita radang panggul pada anak muda lebih tinggi dibandingkan orang tua, missal, insiden penyakit ini pada gadis berumur 15-19thn lebih tinggi 3x lipat daripada wanita berumur 25-29th, insiden penyakit ini pada gadis berumur 20-24th lebih tinggi 2x lipat daripada wanita yang berumur 25-29th. Ini merupakan analis dari spesialis kedokteran barat, puncak insiden tepatnya berusia 30th. Insiden ini biasanya lebih tinggi pada anak muda, tidak hanya karena masa produktif dari aktivitas seksual tetapi juga karena pasangan seksual yang tidak labil.

4. Riwayat penyakit radang panggul.
Kejadian berulang riwayat radang panggul adalah tidak lebih dari 20x, sekitar 20-25% pasien yang terkena radang panggul ada kemungkinan kambuh lagi. Sebagian besar orang mengira adalah peradangan kronis yang disebabkan oleh serangan akut, dan dianggap sebagai infeksi berulang. Sehingga mudah terjadi infeksi karena saluran epitel tuba terluka, serta gangguan mekanisme pertahanan daerah lokal. Mitra seksual yang tidak melakukan pengobatan infeksi merupakan faktor penyebab penting, penggunaan antibodi untuk pengobatan penyakit tidak akan mudah kambuh kembali.

Gejala Yang Timbul

1. Demam tinggi dan menggigil.

2. Tidak nafsu makan.

3. Sakit pada bagian perut.

4. Gejala pasa istem pencernaan dan urine.

5. Fisik lemah.

6. Cairan keputihan yang tak biasa dengan bau yang tidak sedap.

7. Nyeri dan/pendarahan saat melakukan hubungan.

8. Sensasi terbakar (pedih atau panas) ketika buang air kecil.

9. Pendarahan antara periode menstruasi.

Pengobatan

Jika penyakit ini didiagnosis secara dini, maka dapat diobati dengan baik. Namun pengobatan tidak akan memperbaiki kerusakan yang telah terjadi pada sistem reproduksi. Jadi semakin lama radang panggul tidak diobati maka semakin besar kemungkinan seseorang memiliki komplikasi. Pengobatan untuk penyakit radang panggul meliputi:

1. Antibiotik.

oophoritis atau radang panggul

assets.kompas.com

Dokter mungkin meresepkan kombinasi antibiotik. Setelah menerima hasil tes lab, dokter dapat menyesuaikan obat yang lebih cocok sesuai dengan infeksi penyebab radang panggul. Selama minum antibiotik, gejala mungkin hilang walaupun infeksi sembuh total. Oleh karena itu, obat antibiotik harus dihabiskan sesuai resep dokter. Biasanya, dokter akan meminta kunjungan tindak lanjut dalam tiga hari untuk memastikan pengobatan bekerja. Seperti telah disinggung sebelumnya, terapi antibiotik dapat membantu mencegah komplikasi serius tapi tidak dapat mengembalikan kerusakan yang telah terjadi.

2. Melepas Alat Kontrasepsi.

Dokter juga dapat menganjurkan pasien untuk melepas alat kontrasepsi IUD bila penderita tak kunjung membaik setelah beberapa hari. Untuk mencegah penyebaran infeksi pada orang lain selama periode pengobatan ini, pasangan seksual Anda juga disarankan untuk menjalani tes serta melakukan pengobatan walau tidak nampak gejala yang sama. Dokter juga akan menganjurkan untuk tidak berhubungan seksual selama proses pengobatan berlangsung.

3. Operasi.

oophoritis atau radang panggul

cdn0-a.production.liputan6.static6.com

Oophoritis atau radang panggul yang berada pada tahapan serius dapat ditangani dengan operasi pengangkatan rahim atau histerektomi atau pengangkatan ovarium atau ooforektomi. Prosedur ini dilakukan jika pemberian antibiotik tidak efektif menyembuhkan infeksi atau jika abses telah muncul pada organ yang terinfeksi. Pengangkatan organ dilakukan sebagai tindakan pencegahan menyebarnya infeksi ke panggul atau perut.

Pencegahan

1. Pemeriksaan kesehatan rutin pada diri Anda dan pasangan.

2. Segera temui dokter jika merasakan gejala radang panggul.

3. Pertahankan kebiasaan kebersihan yang sehat.

4. Saling terbuka mengenai sejarah infeksi menular seksual dengan pasangan.

5. Hindari atau pantang berhubungan seksual beberapa saat khususnya setelah persalinan, keguguran, aborsi, atau setelah melalui prosedur ginekologi lain untuk menjaga agar kondisi rahim tetap aman dari infeksi bakteri.

Meskipun oophoritis atau radang panggul dapat dipengaruhi oleh keturunan pada silsilah keluarga, akan tetapi penting sekiranya untuk menjaga kesehatan dengan pola hidup sehat, pilihan kontrasepsi yang dikonsultasikan dengan bidan sesuai dengan kecocokan tubuh dan menghindari mengkonsumsi minuman-minuman beralkohol.

Comments

comments