Operasi Batu Empedu Dengan Laparoskopi

loading...

Operasi Batu Empedu Dengan Laparoskopi

Penyakit batu empedu dapat disembuhkan melalui operasi laparoskopi Empedu adalah cairan dalam kantong empedu yang berperan dalam pencernaan lemak. Jika cairan ini mengeras maka akan terbentuk batu empedu. Ukuran batu empedu bermacam-macam. Ada yang sekecil butiran pasir dan ada yang sebesar bola pingpong.

Penderita penyakit batu empedu saat ini makin meningkat jumlahnya tidak hanya diderita oleh orang berusia lanjut tapi juga bisa diderita oleh orang usia produktif. Dulu, orang mengatasi masalah batu empedu dengan operasi konvensional atau terbuka, sekarang batu empedu bisa dihilangkan dengan tindakan bedah invansi minimal (laparoskopi).

Cara mengetahui penyakit batu empedu sebelum melakukan operasi batu empedu dengan laparoskopi

1 . USG merupakan cara paling sering digunakan untuk menemukan batu empedu.

operasi batu empedu dengan laparoskopi

2 . Batu empedu tidak terjadi sendiri. Beberapa dapat dicegah dengan membuat pengaturan pola makan, seperti mengurangi asupan lemak. Perawatan ini memiliki tingkat keberhasilan jangka pendek yang rendah. Gejala pada akhirnya akan terus dirasakan kecuali kandung empedu diangkat. Perawatan untuk memecah atau melarutkan batu empedu sebagian besar tidak berhasil.

3 . Dalam beberapa kasus yang kompleks, uji X-ray lainnya seperti CT scan atau metode scan menggunakan teknologi kedokteran nuklir dapat digunakan untuk mengetahui penyakit kandung empedu.

Laparoskopi atau operasi lubang kunci merupakan langkah medis yang dilakukan ahli bedah untuk mengakses ke bagian dalam rongga perut dan panggul. Tidak seperti teknik bedah pada umumnya, laparoskopi memiliki beberapa kelebihan yang menguntungkan pasien.

Beberapa keuntungan dari operasi laparoskopi:

1. Melalui teknik tersebut, ahli bedah tidak perlu membuat sayatan yang besar sehingga bekas luka yang Anda alami lebih sedikit.

2. Kemungkinan dilakukannya transfusi darah juga lebih kecil karena pendarahan yang terjadi juga lebih sedikit.

3. Rasa sakit lebih bisa diminimalkan tidak seperti jika Anda melakukan operasi pada umumnya.

4. Proses penyembuhan total lebih cepat.

Seusai operasi, Anda bisa langsung pulang. Namun jika rawat inap diperlukan, Anda mungkin hanya perlu bermalam satu hari saja.

loading...

Hal yang tidak boleh dilakukan menjelang operasi batu empedu dengan laparoskopi

1 . Mengkonsumsi obat pengencer darah

operasi batu empedu dengan laparoskopi

Hentikan mengonsumsi obat-obatan pengencer darah seperti aspirin, demi menghindari pendarahan yang berlebihan selama operasi. Biasanya Anda juga akan disuruh untuk berpuasa selama 6-12 jam sebelum operasi .

2 . Merokok

Operasi Batu Empedu Dengan Laparoskopi

Hal yang tidak boleh dilakukan menjelang operasi batu empedu dengan laparoskopi adalah merokok. Merokok bisa memperlambat penyembuhan luka pascaoperasi dan berisiko lebih tinggi terkena infeksi.

Kemungkinan komplikasi pasca operasi batu empedu dengan laparoskopi

1. Pendarahan internal

2. Cedera pada saluran empedu

3. Risiko anestesi umum

4. Infeksi sayatan

5. Cedera pada usus kecil oleh salah satu instrumen yang digunakan selama operasi.

6. Empedu yang bocor masuk kedalam rongga perut

Proses penyembuhan

Usai menjalani bedah ini, Anda akan diberitahu cara merawat luka sayatan agar tetap bersih dan bisa pulih hingga sempurna. Ingat baik-baik kapan Anda harus kembali ke rumah sakit untuk melepas jahitan atau perawatan lainnya. Beberapa jam setelah operasi, mungkin Anda akan merasa pusing, mual, sakit atau bingung akibat efek samping obat bius. Efek samping tersebut akan pulih dengan cepat. Selama beberapa hari setelah operasi, Anda mungkin juga akan merasa nyeri di area sayatan. Rasa nyeri bisa diatasi dengan obat pereda rasa sakit.

Jika perut Anda terasa kembung, kram, atau nyeri pada bahu, berarti ada beberapa gas karbondioksida yang masih berada di dalam rongga perut Anda. Tidak perlu khawatir karena hal tersebut bisa pulih dalam satu hingga dua hari.

Perlu diingat bahwa proses penyembuhan tidak sama pada tiap orang. Tergantung kepada jenis penyakit Anda dan kesehatan Anda secara menyeluruh. Contohnya pengangkatan usus buntu dari tubuh Anda memerlukan waktu sekitar dua minggu untuk pemulihan. Namun jika teknik laparoskopi diterapkan untuk mengatasi kanker, waktu pemulihan mungkin memakan waktu tiga bulan. Selain itu, jika terjadi komplikasi seperti infeksi, maka proses pemulihan bisa memakan waktu lebih lama.

Comments

comments