Pengumpulan dan Menyimpan ASI

Banyak ibu merasa perlu untuk menyimpan ASI yang bisa digunakan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan. Seperti yang terjadi pada ibu yang harus bekerja atau sekolah, atau bahkan untuk ibu-ibu yang mungkin harus dipisahkan dari anak-anak mereka. Pedoman yang diberikan di bawah ini dapat menjawab banyak pertanyaan tentang bagaimana cara mengumpulkan dan menyimpan ASI yang aman.

Pengumpulan ASI

– Cuci tangan dengan sabun dan air.

– Cuci semua bagian dari botol dan alat pompa payudara. Gunakan air sabun hangat atau cairan cuci piring. Bilas hingga bersih lalu keringkan.

– Baca buku instruksi yang pada alat pompa payudara dan ikuti saran. Sterilkan bagian dari alat pompa setiap hari seperti yang telah dijelaskan di atas.

– Latihan memompa ketika waktu senggang, santai dan payudara Anda terasa penuh. Sekali sehari coba untuk menyusui bayi di satu sisi dan pompa payudara lainnya. Atau pompa selama beberapa menit jika bayi berhenti menyusu hanya untuk waktu yang singkat. Baca tabel penyimpanan ASI untuk belajar bagaimana cara untuk menyimpan ASI. Pastikan menggunakan ukuran yang benar untuk payudara sehingga cocok pada puting dan nyaman.

– Ibu yang bekerja dapat membantu bayi untuk belajar mengambil botol setelah menyusui dengan baik. Cara terbaik adalah untuk menunggu selama tiga sampai empat minggu untuk memperkenalkan dan membiasakan dengan botol susu. Jika Anda mengalami masalah menyusui, minta bantuan dari konsultan laktasi atau profesional kesehatan.

– Mulai kegiatan untuk mengumpulkan dan menyimpan ASI satu atau dua minggu sebelum kembali bekerja. Dinginkan susu Jumat untuk hari Senin penggunaan. Simpan ASI dalam keadaan beku untuk keadaan darurat.

– Pompa tiga kali untuk setiap delapan jam  atau setiap tiga jam ketika jauh dari bayi Anda. Sepuluh menit memompa saat istirahat dan 15 menit memompa saat makan siang dengan pompa yang baik akan membantu melindungi produksi susu. Jika tidak dapat memompa tiga kali, memompa sebanyak mungkin setiap hari ketika kondisi memungkinkan.

– Wajib tetap menyusui di malam hari dan hari libur. Selain bermanfaat merangsang pasokan susu, juga bermanfaat melindungi ikatan ibu dan anak.

Menyimpan ASI

1. Susu normal memiliki warna yang bervariasi, konsistensi, dan aroma tergantung pada diet Anda. Simpan ASI dalam wadah yang terpisah.

2. Anda dapat terus menambahkan sejumlah kecil susu pada wadah dan simpan dalam kulkas. Hindari menambahkan susu hangat pada susu yang sudah didinginkan.

3. Bekukan ASI dalam jumlah yang agak banyak karena sejumlah kecil akan mencair lebih cepat. ASI akan mengembang saat membeku. Pastikan untuk meninggalkan beberapa ruang tambahan di bagian atas wadah atau botol sehingga tidak akan meledak.

4. Tutup dengan rapat supaya kedap udara. Tulis tanggal pada sepotong pita di tas atau botol. Gunakan susu dimulai dari penyimpanan yang pertama.

Perubahan Bau dan Rasa ASI

Perubahan bau dan rasa dari ASI dapat disebabkan oleh obat-obatan, diet ibu, merokok, dan paparan susu pada cahaya atau suhu dingin selama penyimpanan. Dalam kebanyakan kasus, hal itu merupakan kondisi yang normal.

Bau karena enzim lipase

Beberapa ASI, ketika membeku, bau dan rasa menjadi berubah karena enzim lipase. Setelah dicairkan, susu ini sering menimbulkan bau yang sangat tidak menyenangkan, bau apak atau sabun. Hal ini aman untuk digunakan dan banyak anak-anak akan menerimanya. Namun, beberapa bayi tetap tidak mau minum pada awalnya.

Pengujian sebelum pembekuan

Sebelum pembekuan jumlah besar ASI, ibu dapat menguji susu untuk perubahan rasa dan bau karena enzim lipase. Kumpulkan dan bekukan 1-2 kantong atau wadah kecil ASI selama setidaknya 5 hari. Kemudian evaluasi bau dan lihat apakah bayi akan mau meminumnya. Jangan pernah memasukkan ASI dalam microwave karena dapat mengubah komposisi ASI.

Pencairan

Cairkan susu yang disimpan semalaman dalam kulkas, atau rendam botol dalam air hangat agar mencair dengan cepat. Anda juga dapat menempatkan botol yang masih dalam keadaan tertutup dalam semangkuk air hangat selama 20 menit untuk menjaga suhu tubuh. Susu yang telah dicairkan dapat disimpan di dalam lemari es selama 24 jam. Jangan dibekukan kembali.

Produksi susu dan kebutuhan bayi

menyimpan asi

2.bp.blogspot.com

Para ilmuwan menemukan bahwa produksi ASI yang sehat harus mampu dihasilkan oleh ibu relatif konstan selama enam 6 bulan sebagai ASI eksklusif. Selama beberapa minggu pertama, bayi akan sering minum dan tumbuh dengan cepat. Pada hari ke-10, bayi harus memulihkan berat badan yang hilang. Dalam beberapa bulan mendatang, bayi perempuan harus memperoleh kenaikan berat badan sekitar satu ons sehari, dan bayi laki-laki lebih sedikit dari satu ons per hari.

Sekitar tiga sampai empat bulan, tingkat pertumbuhan bayi dari minum ASI akan mulai menurun. Ini berarti bahwa pasokan ASI memang harus diberikan secara eksklusif pada awal-awal pertumbuhannya sampai saatnya untuk memperkenalkan makanan padat pada usia 6 bulan. Anak-anak antara usia satu sampai enam bulan biasanya minum rata-rata 19 sampai dengan 30 ons per hari. Bayi yang diberi susu formula setelah 6 bulan mungkin membutuhkan makanan tambahan yang lebih besar untuk mengimbangi kebutuhan gisi pada awal pertumbuhannya.

Comments

comments