Tips Pembelajaran Untuk Usia Balita

Pembelajaran Untuk Usia Balita

Pertanyaan yang paling sering dan umum dihadapi oleh orang tua yang akan memulai dan mencoba sendiri homeschooling adalah: “Bagaimana saya bisa menangani adiknya yang masih usia balita ketika saya mencoba untuk mengajari saudaranya yang lebih tua?”

Ada beberapa jawaban untuk pertanyaan ini. Berbagai jawaban juga bisa Anda temukan dengan mudah pada berbagai buku parenting dan metode homeschooling, yang secara umum menyarankan agar si balita disibukkan diri dengan kegiatannya sendiri selagi Anda memberikan perhatian penuh untuk saudaranya yang lain. Ada benarnya, tapi secara umum tidak akan berjalan sesuai harapan.

Konsep dasar yang harus dipegang ketika melakukan proses pembelajaran untuk usia balita adalah, mereka memang masih balita, akan tetapi tidak bodoh. Walaupun disibukkan dengan berbagai kegiatan, anak-anak (si junior khususnya) tetap ingin mendapatkan perhatian penuh. Dia ingin melakukan seperti apa yang saudara-saudaranya lakukan. Jika merasa tidak mandapatkan perhatian seperti yang diinginkan, si kecil tanpa henti akan terus mengganggu Anda sampai mendapat perhatian!

Seorang balita yang memiliki kemauan kuat, akan bisa benar-benar mengacaukan rencana pelajaran yang telah disusun dengan baik oleh siapa pun.

Junior ingin belajar sesuatu!
Dia ingin belajar sekarang!
Dia ingin belajar SEKARANG!

Pembelajaran Untuk Usia Balita

pembelajaran untuk usia balita

raisingaselfreliantchild.com

 

1. Dahulukan yang termuda

Istilah tepat untuk menggambarkan kondisi ini adalah, “Manjakan junior!”

Cara terbaik untuk pembelajaran untuk usia balita pada homeschool Anda adalah berikan giliran pertama untuk belajar sebelum beranjak ke anak-anak yang lebih tua. Berikan rasa cinta dan nyaman dengan perhatian tersebut. Yakinkan bahwa dengan adanya homeschooling, ia tidak ditakdirkan untuk kehilangan semua hal-hal yang menyenangkan. Ketika sudah terpupuk rasa nyaman, pasti junior akan bersedia untuk bermain dengan tenang sementara saudaranya yang lain mendapatkan perhatian dan pelajaran.

2. Apa Saja Yang Perlu Diajarkan

Ingat, kita sedang berbicara “balita” di sini. Usia sekitar dua tahun atau lebih. Usia yang belum saatnya untuk menerima instruksi formal dalam membaca, menulis, terlebih aritmatik. Pada tahapan ini sering disebut sebagai ‘usia spons’. Dia siap untuk menyerap semua jenis pengalaman baru yang menarik, tekstur, bau, pemandangan, dan suara. Dia suka untuk mengambil apa saja dan mengunyahnya, untuk kemudian membuangnya kemana-mana.

Berikut beberapa ide untuk memulai belajar dengan balita:

  • Bahasa asing. Para peneliti juga menemukan bahwa bayi yang lahir mengetahui semua suara yang dibuat dalam setiap bahasa manusia. Seiring dengan bertambahnya usia, mereka secara bertahap kehilangan kemampuan untuk berbicara kecuali menggunakan bahasa sehari-harinya. Hal tersebut menjadi pengecualian pada anak-anak yang sudah mengenal bahasa lain pada usia dini. Jadi, mulailah mengoleksi berbagai CD atau video pembelajaran bahasa untuk anak usia balita!
  • Matematika. Menghitung dan permainan mencocokkan merupakan hal yang sangat menyenangkan bagi balita. Permainan bisa dimulai menggunakan hal-hal sederhana seperti bermain puzzle dan menghubungkan titik titik garis untuk membangun gambar yang utuh.
  • Ilmu pengetahuan alam (science). Penelitian yang dilakukan oleh Scientist Jane Hoffman menemukan fakta bahwa anak-anak usia pra sekolah yang memiliki bekal dasar science memiliki prestasi lebih baik daripada mereka yang hanya konsentrasi pada rutinitas 3 R (Reminder, Routine, Reward). Percobaan sederhana science merupakan “ilmu dapur” yang percobaannya mudah dilakukan. Yang lebih penting merupakan hal yang sangat menyenangkan untuk anak-anak, bahkan yang berusia lebih tua.
  • Seni dan Kerajinan. Memulai hari dengan sedikit saling melempar dengan benda lunak (dengan penwasan tentunya), mewarnai, kerjinan tanah liat, atau hal-hal yang lainnya dijamin bisa menjadi kiddie-pleaser.
  • Olahraga. Melatih keseimbangan, menjatuhkan diri dengan lembut, berjalan, berayun – cara lama yang sangat membahagiakan.
  • Bacakan untuk saya. Saudaranya yang lebih tua dapat berperan di sini! Dengan cara ini balita akan mulai belajar mencintai buku dan cerita favorit mereka.

Yang perlu menjadi catatan penting adalah, apapun yang Anda lakukan, homeschool harian menjadi skala prioritas dari awal segala kegiatan Anda.

Disadur dari: Mary Pride, Practical Homeschooling, #39, 2001. Dengan beberapa perubahan.

Comments

comments